Pierre berikut [1] Sebagaimana dikemukakan Bonnewitz (1998: 43), modal

Pierre Felix Bourdieu, seorang sosiolog Marxis
Perancis abad ke-20, berpendapat bahwa, kekuasaan seseorang dalam masyarakat
berhubungan erat dengan capital (modal-modal) yang dimiliki, serta
komposisi dan akumulasi dari modal-modal yang dimiliki tersebut. Dalam
konsepsinya tentang capital, Bourdieu memberi tekanan pada komposisi dan
akumulasi, karena kebernilaian dan bobot suatu capital berbeda-beda
tergantung (ditentukan oleh) medan-medan sosialnya, serta posisi-posisi sosial
pemiliknya. Bourdieu menegaskan bahwa, lapangan (fields), atau ranah
(medan perjuangan) yang berbeda-beda memberi nilai tipe-tipe atau bentuk-bentuk
capital yang berbeda-beda pula. Pertanyaannya sekarang adalah: apa yang
dimaksud capital (modal) oleh Pierre Bourdieu?

Menurut pengertian umum, konsep modal (capital)
adalah konsepsi yang biasa dipakai dalam khasanah ilmu ekonomi, yang menunjuk
pada uang atau barang yang digunakan sebagai pokok, sebagai dasar, atau sebagai
bekal usaha (berdagang atau apa pun jenis usahanya) untuk menghasilkan sesuatu
yang dapat menambah kekayaan. Borudieu menggunakan istilah capital
(modal) dalam konsepsi sosiologinya untuk menjelaskan hubungan-hubungan
kekuasaan dalam masyarakat, karena capital (modal) memiliki ciri-ciri
yang, menurut Bourdieu, dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan-hubungan
kekuasaan dalam masyarakat tersebut.1

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dalam konteks pemikiran Bourdieu, konsep capital
(modal) dipakai untuk menunjuk keseluruhan sumber daya atau kualitas yang
dimiliki oleh individu-individu atau posisi-posisi sosial yang memiliki
pengaruh atau nilai sosial. Selain itu, dalam sosiologi Bourdieu, konsep modal
juga digunakan (sebagai alat) untuk memetakan hubungan-hubungan kekuasaan dalam
masyarakat, dan untuk mengelompokkan masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial
tertentu. Menurut Bourdieu, semakin besar sumber daya (capital) yang
dimiliki, baik dari segi komposisi maupun jumlahnya (diferensiasi dan
distribusinya), maka akan semakin besar pula kekuasaan yang dimiliki seseorang.
Dengan demikian, dalam komunitas sosial, para pelaku sosial akan menempati
posisi masing-masing yang ditentukan oleh besaran modal dan komposisi modal
yang dimiliki oleh masing-masing pelaku sosial.

Bourdieu mengidentifikasi ada empat bentuk capital
(modal) yang utama. Keempat bentuk modal yang dimaksud adalah: economic capital
(modal ekonomi), cultural capital (modal budaya), social capital (modal
sosial), dan symbolic capital (modal simbolik). Menurut Bourdieu,
kandungan otoritas (kebernilaian) masing-masing bentuk modal ditentukan oleh
medan-medan perjuangan (camp, ranah) terkait. Untuk memperoleh pemahaman
tentang bentuk-bentuk modal sebagaimana dikonsepsikan Bourdieu, perhatikan
uraian berikut

1 Sebagaimana
dikemukakan Bonnewitz (1998: 43), modal memiliki ciri-ciri: 1 terakumulasi
melalui investasi; 2 dapat diberikan kepada yang lain melalui warisan; dapat
memberi keuntungan sesuai dengan kesempatan yang dimiliki oleh pemegangnya
(pemiliknya) untuk mengoperasikan penempatannya. Patrice Bonnewitz, Premières
leçon sur la sosiologie de Pierre Bourdieu, (Paris: PUF), sebagaimana dikutip Haryatmoko dalam Menyingkap
Kepalsuan Budaya Penguasa, BASIS edisi Nomor 11-12, Tahun ke-52,
Nopember-Desember 2003, dalam catatan kaki nomor 1, 11

x

Hi!
I'm Neil!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out