Pemimpin suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat

Pemimpin dan kepemimpinannya merupakan sesuatu yang
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang dan sebuah pusat berjalannya
suatu organisasi. Seorang pemimpin dengan kepemimpinannya-lah yang menentukkan
maju atau mundurnya sebuah organisasi. Sama hal-nya apabila diterapkan pada
sebuah negara. Pemimpin negara-lah yang akan menentukkan jatuh bangunnya suatu
bangsa dan negara yang dipimpinnya. Sejak Indonesia merdeka dari penjajah
hingga sekarang, Indonesia telah mengalami tiga kali masa pemerintahan yang
berbeda yakni masa orde lama, masa orde baru dan sekarang era reformasi. Pada
masa yang berbeda tentunya terdapat juga perbedaan – perbedaan yang terjadi
pada system pemerintahan yang dianut Indonesia.

Kepemimpinan strategis adalah kemampuan seseorang
untuk mengantisipasi, memimpikan, mempertahankan fleksibilitas, berfikir secara
strategis dan bekerja dengan orang lain untuk memulai sebuah perubahan yang
akan menciptakan masa depan yang lebih baik untuk sebuah organisasi (Nurhadi, 2015). Kepemimpinan
strategis merupakan sebuah proses memberikan arah dan inspirasi yang diperlukan
seorang pemimpin untuk membuat dan menjalankan visi, misi dan strategi untuk
mencapai sebuah tujuan. Kepemimpinan strategis juga harus melibatkan banyak
orang dari berbagai kalangan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Negara Indonesia merupakan negara yang berbentuk
kedaulatan. Hal tersebut sudah dijelaskan pada pembukaan Undang – Undang Dasar
1945 alenia ke-IV “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan
Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan
Indonesia itu dalam suatu Undang – Undang Dasar Negara Indonesia, yang
berbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan
rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil
dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” (MPR, 2002),
dan berdasarkan pada Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat 1 “Negara
Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik” (MPR, 2002).

Dapat disimpulkan, bahwa bentuk negara Indonesia
adalah kesatuan, dan bentuk pemerintahannya adalah republik yang taat dan patuh
terhadap Undang – Undang Dasar negara. Bukan hanya itu, dalam UUD 1945 Pasal 4
ayat 1 juga dijelaskan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan
sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan. Dengan kata lain, Indonesia
menganut system Pemerintahan Presidensial.

A.   
Kerangka
Pemikiran

Berdasarkan topik kepemimpinan Indonesia, ada beberapa
teori untuk menggambarkan strategi kepemimpinan di Indonesia, yakni :

1.      Culture
of leadership

Sebuah strategi seorang pemimpinan yang menggunakan
budaya kepemimpinannya untuk diberikan kepada bawahan atau anak buahnya. Tujuan
dari strategi ini ialah untuk mengembangkan cara kepemimpinan agar lebih baik
dari pemimpinnya yang menjabat saat ini. Biasanya seorang pemimpin menggunakan
pendidikan sebagai jalan untuk mengembangkan anak buahnya, karena pendidikan
adalah bagian dari sebuah perkembangan seorang pemimpin. Dalam mengembangkan
strateginya, biasanya seorang pemimpin akan memikirkan matang – matang, baik
buruknya agar dapat terciptanya sebuah perubahan dan transformasi.

 

Contoh
: Strategi kepemimpinan pada era Joko Widodo (meningkatkan kerjasama
internasional untuk membantu program pembangunan dalam negeri seperti diplomasi
maritime)

 

 

Faktor eksternal
: menjadi poros penyeimbang antara kekuatan regional Cina dan negara ASEAN

 
Strategic

Faktor internal
: meningkatkan pembangunan dalam negeri

 
Organizational

 

Bekerja
sama dengan Kementerian Pertahanan, TNI AL, Kementerian Luar Negeri, Pelindo
dan lain sebagainya

 
Direct

 

–         
Membangun infrastruktur, seperti
memperbanyak pelabuhan

–         
Penenggelaman kapal – kapal asing

 

2.      System
thinking

Sebuah metode berfikir seorang pemimpin, yang
digunakan untuk melihat sebuah system secara keseluruhan dan tidak terpisah –
pisah. System thinking dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

·        
Machine
age
(tradisional)

Pemimpin yang menggunakan
metode ini, biasanya lebih simple dalam mengambil keputusan, melihat anak buah
sebagai bagian yang terpisah – pisah (membeda – bedakan), dan lower level (melihat segala sesuatu
tidak secara keseluruhan)

·        
System
age
(modern)

Pemimpin yang menggunakan
metode ini, seringkali berifikir jangka panjang sebelum mengambil keputusan,
memandang banyak hal sebelum bertindak, higher
level atau objective, dan tidak
memandang anak buah sebagai kesatuan.

3.      Vision

Sebuah pandangan seorang pemimpin yang memiliki visi
misi yang jelas dalam suatu organisasi. Seorang pemimpin yang visioner,
sangatlah cerdas dalam menganalisa sebuah kejadian di masa depan dan dapat
menggambarkan visi misinya dengan jelas. Untuk membuat organisasi yang di
pimpinnya lebih hidup, seorang pemimpin akan menggunakan imajinasi serta
motivasinya untuk menggerakkan semua komponen yang ada dalam organisasi
tersebut agar semakin berkembang di masa depan. Untuk mendeskripsikan visi ke
depannya, seorang pemimpin harus memiliki beberapa nilai seperti berikut :

·        
Simple, agar visi yang dibuatnya dapat
mudah diingat orang (masyarakat)

·        
Memotivasi orang lain, visi yang dibuat
juga harus memotivasi orang lain agar dapat diterima di kalangan masyarakat

·        
Melibatkan segala pihak, visi yang dibuat
juga harus melibatkan banyak orang agar dapat berjalan dengan baik, karena
dengan melibatkan segala pihak (contoh : masyarakat) akan membuat mereka
percaya dengan kerja pemimpin tersebut di masa mendatang.

Contoh
: Pembukaan UUD 1945, sudah jelas terlihat visi Presiden pertama Indonesia
sejak memproklamasikan UUD 1945, ingin menggambarkan Indonesia kedepannya mau
jadi seperti apa. Seperti yang tertera pada alinea ke-II, visinya untuk
menjadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.

B.     Analisis dan Pembahasan

Presiden Joko Widodo terpilih sebagai Presiden
Indonesia ke-7 sejak keberhasilannya memenangkan pemilu pada tahun 2014. Mulai
saat itu, presiden Joko Widodo menjabarkan visi dan misi secara tegas dan
rinci, yang pada intinya visi tersebut adalah terwujudnya Indonesia yang
berdaulat, mandiri dan berkepribadian dengan berlandaskan dengan gotong royong.
Untuk mewujudkan visi-nya, Jokowi menyusun tujuh point misi-nya, yakni :

1.      Mewujudkan
kemanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian
ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritime, dan mencerminkan kepribadian
Indonesia sebagai negara kepulauan

2.      Mewujudkan
masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan dengan negara
hukum

3.      Mewujudkan
politik luar negeri bebas – aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara
maritime

4.      Mewujudkan
kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera

5.      Mewujudkan
bangsa yang berdaya saing

6.      Mewujudkan
Indonesia menjadi negara maritime yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan
kepentingan nasional

7.      Mewujudkan
masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan (KPU, 2014)

Pada saat menjabat sebagai Wali Kota di Solo, Joko
Widodo yang saat ini menjadi Presiden Republik Indonesia mengaku sangat suka
dengan cara berfikir Bung Karno, terutama prinsip yang menjadi landasan Bung
Karno dalam memimpin negara yaitu “Trisakti” (Andrean, 2015). Trisakti Bung Karno tersebut berisi
tiga pokok prinsip perjuangan untuk membangun bangsa dan negaranya agar tetap
bebas dari penindasan bangsa manapun, yang saat itu dunia terbagi dalam dua
blok yakni, sosialis (blok Timur) dan kapitalis (blok Barat). Tiga pokok
prinsip perjuangan tersebut ialah Trisakti, yang pertama berdaulat di bidang
politik, yang kedua berdikari di bidang ekonomi dan yang ketiga berkepribadian
di bidang kebudayaan (Soleman & Noer, 2017). Pada tahun 2014,
dalam visi misinya untuk membangun Indoneisa, Presiden Joko Widodo menjabarkan
Trisakti kedalam Nawacita sebagai strategi umum pemerintahannya. Penjabaran
tersebut ada, setelah Presiden Joko Widodo mengidentifikasi tantangan atau
permasalahan bangsa Indonesia dalam perjuangan mencapai tujuan nasional
tersebut. Beberapa masalah tersebut ialah merosotnya kewibawaan negara,
melemahnyaa sendi – sendi perekonomian nasional dan merebaknya intoleransi dan
krisis kepribadian bangsa  (Soleman & Noer, 2017). Berikut adalah isi
dari Nawacita, yakni sembilan agenda aksi pemerintah untuk kedepannya :

1.      Kami
akan mengahdirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan
memeberikan rasa aman pada seluruh warga negara

2.      Kami
akan membuat pemerintah selalu hadir, dengan membangun tata kelola pemerintahan
yang bersif, efektif demokratis dan terpercaya

3.      Kami
akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah – daerah dan
desa dalam kerangka negara kesatuan

4.      Kami
akan memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi system dan penegakan
hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya

5.      Kami
akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia

6.      Kami
akan meningkatkan produktivitas rakyat dan saya saing di pasar Internasional,
sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa – bangsa Asia
lainnya

7.      Kami
akan mewujudkan kemandirian ekonomi dnegan menggerakkan sector – sector
strategis ekonomi domestic

8.      Kami
akan melakukan revolusi karakter bangsa

9.      Kami
akan memperteguh ke-bhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. (KPU, 2014)

Nawacita ini dijadikan sebagai program utama atau
tujuan dari pemerintahan era Joko Widodo dalam melaksanakan pemerintahannya. Nawacita
juga sebagai strategi khusus pemerintahan Joko Widodo untuk mewujudkan “action
plan” demi meningkatkan kesejahteraan rakyat dan juga memenuhi pembangunan
politik nasional. Joko Widodo menggunakan program Nawacita, diantaranya unruk
penguatan politik pemerintahan dalam mengahadapi persoalan buruh dan pengusaha,
dengan strategi khusus yaitu dengan mengeluarkan kebijakan pemerintah tentang
Undang – Undang Pengupahan agar pemerintah dapat menjaga keseimbangan
kedaulatan politik pemerintah sementara (Soleman & Noer, 2017). Dan untuk
mewujudkan kemandirian ekonomi khusunya keamanan, Joko Widodo melakukan
pemerataan pembangunan pusat-daerah, pembangunan koektivitas antara wilayah di
Indonesia dengan menggunakan jalur darat, udara maupun laut. Dengan demikian,
akan tercipta kemandirian daerah yang mampu memperkuat ekonomi dan kemakmuran
bangsa dan negara.

Strategi menghadirkan Nawacita sebagai program
pemerintahan era Joko Widodo adalah untuk membentuk masyarakat yang mampu
bersaing, makmur dan sejahtera. Joko Widodo juga berusaha untuk melakukan
keadilan pembangunan dengan pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah –
daerah pinggiran dan perbatasan. Nawacita juga adalah sebuah bentukan
per-wujudan ke-bhinekaan sebagai penghargaan multikulturalisme dan keberagaman
suku bangsa, agama dan ras. Sebagai kekuatan budaya bangsa dalam menjaga
keberagaman kesetaraan, dan harmoni untuk saling mneghargai antar umat beragama
di Indonesia.

C.   
Kesimpulan

Kepemimpinan strategis adalah sebuah proses untuk
memberikan arah dan inspirasi yang diperlukan untuk membuat dan melaksanakan
visi – misi dan strategi sebuah organisasi untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam sebuah
kepemimpinan tentunya melibatkan berbagai kalangan. Seperti halnya Presiden
Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla, visi Pemerintahan pada era Joko Widodo dan
Jusuf Kalla telah dirumuskan dalan Nawacita yang memiliki tiga ciri utama
yakni, negara hadir, membangun dari pinggiran, dan revolusi mental. Di tahun
pertama menjabat, Jokowi – JK telah melakukan perombakkan dan meletakkan tiga
kebijakan fundamental yaitu :

1.      Mengubah
ekonomi berbasis konsumsi ke produksi

2.      Subsidi
tepat sasaran untuk merentas kemiskinan

3.      Mendorong
pembangunan yang lebih merata di luar pulau jawa

Ditahun kedua, Jokowi-JK menlanjutkan strateginya
dengan percepatan pembangunan yang merupakan lanjutan momentum pertumbuhan yang
mulai terjadi sebagai impact pembangunan fondasi di tahun pertama, tiga pilar
yang menjadi fokus percepatan pembangunan Jokowi-JK yaitu percepatan
infrastruktur, percepatan pembangunan manusia, dan percepatan kebijakan
deregulasi ekonomi. (Kerjanyata.id, 2016)

Nawacita adalah salah satu konsep besar untuk
memajukan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Dengan tiga
fokus utama yaitu infrastruktur sebagai pengungkit utama produktivitas dan daya
saing bangsa, manusia sebagai subjek pembangunan dan kebijakan deregulasi
ekonomi untuk mendorong pertumbuhan eknomi yang berkualitas, di tengah – tengah
kelemahan ekonomi global. Startegi kepemimpinan Jokowi-JK (Nawacita) dirasa
berhasil untuk mensejahterakan rakyatnya dan memperkuat peran Indonesia di
ranah Internasional.

x

Hi!
I'm Neil!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out