Menurut Serikat pada Hiroshima dan Nagasaki di Jepang dalam

Menurut saya sendiri, penyebab utama yang menyebabkanPerang Dunia ke 2 ialah negara sebagai aktornya. Dimana tujuan terakhir dalamsebuah negara ialah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya (Budiardjo, 2012:54). Sedangkan untuk mencapai commonwealth tersebut, maka setiap negara memiliki pandangan maupun caratersendiri untuk menggapainya. Hal-hal yang dapat dilakukan ialah membangunsarana dan prasarana dalam negara itu sendiri, juga dapat dengan menegakkanhukum agar tidak terjadi keadaan yang chaosdi dalam negara tersebut. Namun, agar dapat terus melindungi setiap warganegara dan tujuan nya tersebut, negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia2 diperhadapkan dengan pilihan untuk menggunakan kekuatan militer (hard power) pada wilayah negara lain,atau menjadi negara yang akhirnya diserang oleh negara lain. Ada beberapa sarana kekuasaan yang digunakan untukmendapatkan ketaatan dengan kekuasaan paksaan berupa tiga macam, yakni paksaanfisik, sarana ekonomi dan psikologis. Dalam bahasan kali ini akan membahasmengenai sarana kekuasaan paksaan fisik, yang antara lain berupa senjata olehpolisi maupun militer, senjata nuklir, dan senjata modern lain nya yangdimiliki oleh suatu negara (Surbakti, 2010: 76).

Misalnya yang terjadi dalamPerang Dunia 2 dimana kekuasaan paksaan fisik yang bukan hanya melibatkanmiliter, namun juga melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk  Holocaustyang dilakukan oleh pihak Jerman dan pemakaian bom atom yang dilakukan olehAmerika Serikat pada Hiroshima dan Nagasaki di Jepang dalam peperangan, perangini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa (Donald, 2008: 5). Dalam Perang Dunia ke 2 sendiri, adanya dua Blok yang berpengaruh, yakni Blok Sekutu (Amerika Serikat, BritaniaRaya, Uni Soviet dan Tiongkok) dan juga Blok Poros (Jerman Italia dan Jepang).Tak hanya keinginan tiap-tiap negara untuk meraihkekuasaan ataupun kebebasan, namun pembentukan kebijakan di dalam negara itusendiri juga memengaruhi Perang Dunia 2, dimana pandangan-pandangan yang adamendasari bagaimana suatu negara akhirnya membuat suatu kebijakan baik di dalamnegeri maupun untuk kebijakan luar negerinya.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Salah satu nya bagaimana akhirnyanegara dapat menentukan kebijakan untuk bersikap damai, atau pula dapatmenyatakan sikap perang terhadap negara lain. Jika kita melihat Perang Dunia 2,negara-negara yang ada menyatakan sikapnya untuk berperang dan akhirnyamenyatakan pernyataan damai setelah kurang lebih 6 tahun lamanya.            DalamPerang Dunia ke 2 dominasi negara sebagai penentu jalannya perang sangatlahdominan, namun ini hanya terjadi pada beberapa negara yang memiliki kekuatanlebih besar dari negara lain nya. Kekuatan tersebut diartikan sebagaiketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam proses kesiapanperang, disisi lain kekuatan yang juga menjadi penentu keberhasilan perangialah kekuatan perekonomian negara dan modern atau tidaknya alat-alat militeryang biasa disebut alutsista negara. Membahas aspek yang mendukung kemenangandalam perang dunia tentu erat kaitannya dengan adanya peran pendukung yang biladi kaji lebih dalam merupakan hal yang utama dalam Perang Dunia ke 2, yaitubagaimana negara memanfaatkan negara yang berada dibawah kekuasaan nya ataudapat disebut sebagai negara jajahan nya yang pada saat masa lalu masih dalammasa imperealisme yang di terapkan oleh Bangsa-Bangsa Barat pada negara diwilayah Asia khususnya, Asia Tenggara.            Keberadaannegara-negara yang berada dalam ruang lingkup imperealisme sangatlah membantunegara peserta perang dunia ke-2 dimana mereka mampu memenuhi sumber dayamanusia tambahan yang sebelum nya telah dilatih untuk mampu turun di medanperang. Negara-negara ini pun menjadi salah satu penyokong unsur kemenangandalam perang dunia ke-2 yang bisa dilihat dari adanya ketaatan dan loyalitasdari negara-negara tersebut terhadap negara yang menjajah nya atau malah dengansebaliknya negara-negara tersebut memanfaatkan Perang Dunia ke 2 sebagai salahsatu batu loncatan untuk bebas dari jerat penjajahan, hal ini sama hal nyaterjadi di Asia Tenggara seperti Indonesia yang berupaya memanfaatkan berbagaikejadian dalam Perang Dunia ke 2 seperti pengakuan kekalahan ataupun genjatansenjata untuk bisa menjadi negara berdaulat dan merdeka.

            Sekarangpenulis akan membandingkan keberadaan negara dengan keberadaan individu untukdapat menjadi aktor utama yang mampu menentukan kemana arah Perang Duniaberlangsung. Memang betul bahwa dunia membutuhkan seorang ‘figur’ untukmencerminkan bagaimana suatu negara memiliki power atas negara lainnya. Dimana ‘figur’ tersebut biasa kitatemukan pada pemimpin suatu negara tertentu. Misalnya Negara Jerman yangdicerminkan oleh figur Adolf Hitler juga Italia yang dicerminkan oleh BenitoMussolini (Djuyandi, 2014: 70-71). Dimana pemimpin negara merupakan objek yangmenjadi cerminan dari segala keputusan yan di buat oleh negara tersebut.

Dimana, pada kenyataan nya figur seorang pemimpin negara lah yang menjadi porosutama pandangan masyarakat akan segala kebijakan yang dibuat sehingga akanmuncul pandangan bahwa beberapa kebijakan yang dikeluarkan dimasa Perang Duniake 2 merupakan kebijakan yang identik dengan pandangan pemimpin tertentu. Namunhal itu ialah sebuah kekeliruan, karena hal tersebut merupakan sesuatu yangtidak mungkin dikarenakan proses pembuatan kebijakan pastinya menjalani sebuahproses dan pertimbangan yang dibentuk oleh beberapa pihak yang termasuk kedalamsebuah lembaga kenegaraan.            Beberapahal diatas merupakan pandangan singkat penulis atas pengaruh state atau negara terhadap Perang Duniake 2.

Untuk mencapai dan melindungi tujuan nasional nya, suatu negara dapat membuatsuatu kebijakan atau melakukan hal apapun termasuk menyatakan perang terhadapnegara lainnya. Dimana pada akhirnya, hanya negara-negara yang memiliki kuasayang lebih besar dari negara yang lain nya lah yang akan memenangkan perangtersebut. Kelancaran suatu negara tersebut mencapai tujuannya pun dibantu olehwilayah-wilayah jajahan yang akhirnya terkuras setiap sumber daya yang ada,baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya alam nya.