Makalah itu penyusun menerima dengan sepenuh hati segala kritik

Makalah
Tujuan Pembangunan Bersama (TPB)

“Produksi
dan Konsumsi yang Bertanggungjawab Guna Keberlangsungan Sumber Daya dan Energi”

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh:

Rifki Hidayan                              140710170044

 

Universitas Padjadjaran

Tahun Ajaran 2017/2018

KATA
PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
limpahan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana.

Semoga dengan dibuatnya makalah ini, pembaca dan penyusun
bisa mendapatkan ilmu dan manfaat yang ada di dalamnya serta bisa
mengiimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Makalah ini masih banyak kekurangan, baik itu karena
penyusun yang masih kurang pengalaman, maupun kurangnya referensi yang diambil
sebagai acuan informasi untuk disampaikan pada pembaca. Dan oleh karena itu
penyusun menerima dengan sepenuh hati segala kritik dan saran untuk makalah ini
agar untuk kedepannya bisa menghasilkan makalah yang lebih baik lagi.

 

 

 

 

Jatinangor, Januari 2018

Penyusun

 

 

 

 

 

 

DAFTAR
ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………….1

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………….2

BAB
I        PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………….3

1.1 
Latar
Belakang……………………………………………………………………………………….3

1.2 
Rumusan
Masalah…………………………………………………………………………………..3

1.3  Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………………….3

BAB
II       PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………………4

2.1 
Definisi
Produksi dan Konsumsi yang Bertanggungjawab…………………………..4

2.2 
Penyebab
 Produksi dan Konsumsi yang Tak Bertanggungjawab………………….5

2.3  Solusi Permasalahan Produksi dan Konsumsi yang
Bertanggungjawab…………5

BAB
III     PENUTUP………………………………………………………………………………………………….6

                   3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………………………6

DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………………………………………………..7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
I

PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas TPB (Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan) saya selaku mahasiswa Universitas Padjadjaran.
Makalah ini ditujukan untuk semua kalangan, baik itu pelaku pendidikan maupun
masyarakat awam selaku partisipan “konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab”
di dunia ini.

Seperti yang kita ketahui, konsumsi dan produksi tak bisa
terpisahkan. Produksi menurut proses mengeluarkan hasil. Dan produksi itu
sendiri berhubungan erat dengan energi dan sumber daya. Dalam proses produksi,
banyak sekali energi dan sumber daya yang digunakan. Akibat kebutuhan manusia
yang semakin banyak dan bersamaan dengan itu, jumlah energi dan sumber daya
tersebut terus berkurang akibat eksplorasi besar-besaran untuk kedua hal
tersebut untuk memproduksi sesuatu.

Sementara konsumsi adalah kegiatan memakai atau
menggunakan hasil produksi. Makalah ini dibuat karena masih banyak pihak-pihak
yang kurang bijak saat mengonsumsi sesuatu. Konsumsi yang bijak dan
bertanggungjawab sangat penting bagi keberlanjutan dan kerugian produksi.
Konsumen yang seenaknya bisa merugikan produksi. “Seenaknya” di sini dalam
artian konsumsi yang dilakukan bersifat boros dan menghambur-hamburkan energi.

Berdasar point-point di atas, diperlukan suatu jalan
untuk mengatasi pemborosan energi baik itu dari segi produksi dan konsumsi. Dan
salah satu caranya adalah dengan meninjau masalah dari perspektif agama.

1.2  Rumusan Masalah

1.     
Apa
pengertian produksi dan konsumsi yang bertanggungjawab?

2.     
Apa
penyebab konsumsi yang tidak bertanggungjawab terhadap keberadaan dan jumlah
energi yang ada untuk proses produksi?

3.     
Apa
solusi untuk menghadapi masalah tersebut?

1.3  Tujuan Penulisan

1.     
Memahami
apa yang dimaksud produksi dan konsumsi yang bertanggungjawab.

2.     
Mengetahui
permasalahan akibat tidak berjalannya produksi dan konsumsi yang
bertanggungjawab ecara efektif.

3.     
Mencari
jalan keluar untuk masalah yang terjadi karena produksi dan konsumsi yang tak
bertanggungjawab.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Produksi dan Konsumsi yang Bertanggungjawab

Istilah produksi
berasal dari bahasa inggris to produce yang
berarti menghasilkan. Secara umum, produksi adalah kegiatan menghasilkan atau
meningkatkan nilai guna dari suatu barang dan/atau jasa. Sedangkan barang yang
dihasilkan oleh proses produksi tersebut disebut produk. Dalam prosesnya,
produksi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, teknologi pembuatan, sumber
daya manusia dan sumber daya alam serta energi untuk pengoperasian dan pengolahan
alat dan bahan.

Yang dimaksud dengan konsumsi adalah suatu
kegiatan yang bertujuan menggunakan manfaat dari barang atau jasa hasil
produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Di kehidupan sehari-hari,
manusia selalu melakukan konsumsi.  Namun, tak semua kegiatan adalah konsumsi . Untuk
mengetahui apakah
pemakaian suatu barang termasuk kedalam konsumsi atau bukan, perlu dibedakan
berdasar ciri-cirinya yaitu :

Barang
konsumsi memiliki manfaat, nilai, dan volume yang jika digunakan akan
habis sekaligus atau berangsur-angsur.
Barang
konsumsi digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Barang konsumsi
merupakan barang ekonomi dan diperoleh dengan pengorbanan.

 Sedangkan produksi
dan konsumsi yang bertanggungjawab bisa diartikan sebagai kegiatan produksi dan
konsumsi yang dilakukan dengan memerhatikan berbagai aspek, terutama
keberlangsungan produk untuk masa mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk
menjaga dan melestarikan lingungan alam selaku sumber daya yang digunakan
sebagai bahan produksi. Produksi yang bertanggungjawab memerhatikan asal produk
serta efisiensi pemakaiannya dalam proses produksi. Pengambilan bahan tak boleh
berlebihan dan sesuai kebutuhan, pemakaiannya haruslah menggunakan bahan secara
maksimal dan menghasilkan limbah yang sedikit serta produksi dilakukan sesuai
kebutuhan konsumen. Sementara konsumsi yang bertanggungjawab memerhatikan
pemakaian produk yang sesuai kebutuhan dan tidak menyia-nyiakan produk.

2.2 Penyebab Produksi dan Konsumsi yang Tak Bertanggungjawab

Dewasa ini, pemakaian produk yang terjadi akibat
kesenjangan semakin tak berperikemanusiaan. Selalu terjadi pemborosan dimanapun
dan kapanpun. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan, keimanan, dan
kepedulian manusia antar sesama. Orang-orang zaman sekarang cenderung mengikuti
dan memaksa diri mereka untuk bersaing dengan orang lain dan mengikuti trending
di masyarakat. Ini terjadi karena ego yang tinggi dan gengsi yang membuat mereka
tak mau dipandang rendah oleh orang lain. Akibatnya, banyak pemakaian produk
yang tak diperlukan menghasilkan limbah berlebih dan malah menimbulkan sampah
akibat tidak digunakannya produk berlebih tersebut.

2.3 Solusi Permasalahan Produksi dan Konsumsi yang Tidak Bertanggungjawab

Pengetahuan, keimanan dan kepedulian terhadap sesama
adalah faktor-faktor penting yang menyebabkan hal-hal seperti pemborosan.
Seperti yang kita ketahui, fenomena pemborosan ini mengakibatkan peningkatan
terhadap jumlah limbah yang ada di lingkungan. Sebagai contohnya, saat
seseorang membeli makanan dan hanya memakannya sedikit, ia akan cenderung
membuangnya. Tentu saja makanan ini akan dianggap sampah dan menjijikan untuk
dimakan orang lain. Hal inilah yang mengakibatkan makanan tersebut menjadi
sampah karena tak dikonsumsi atau diolah kembali.

Dilihat dari segi agama islam, perilaku boros merupakan
sebuah dosa. Hal itu juga menunjukan kalau pelaku bukanlah orang yang bersyukur
atas rezeki yang di dapatnya, serta tak peduli dengan saudara-saudaranya yang
kekurangan dari segi ekonomi. Dalam Al-Qur’an hal ini disebutkan di surah
Al-Isra ayat 26-27 yang berbunyi : “Dan
janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros
itu adalah saudara-saudara syaitan.”

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya
Allah meridlai tiga
hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal. Allah ridha jika
kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan
(Allah ridla) jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya dan kalian
saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian. Allah
murka jika kalian sibuk dengan desas-desus, banyak mengemukakan pertanyaan yang
tidak berguna serta membuang-buang harta.” (HR. Muslim no.1715)

Meningkatkan pengetahuan, keimanan dan kepedulian terhadap sesama
menjadi solusi paling tepat untuk mengatasi masalah keborosan ini. Usaha harus
dilakukan dari segala pihak, baik pihak masyarakat maupun pihak pemerintah. Program-program
pemerintah yang bersifat mengajak masyarakatnya untuk hidup hemat dan melakukan
produksi dengan bijak pada perusahaan serta kesadaran masyarakat untuk tidak
boros dan saling berbagi kepada sesama yang membutuhkan bisa menjaga
keberlangsungan sumber daya dan produk di masa yang akan datang. Karena sumber
daya atau energi amatlah penting untuk memproduksi barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Dari poin-poin yang telah disampaikan
pada bab sebelumnya, bisa ditarik kesimpulan bahwa produksi dan konsumsi yang
bermanfaat bermakna sebagai suatu aktifitas atau kegiatan produksi dan konsumsi
yang dilakukan sesuai kebutuhan dan memerhatikan keberlanjutan sumber daya yang
ada untuk masa mendatang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Situmorang, Alam. (2008). Ekonomi
Jilid I untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : ESIS

N, Sora. (2016
January 18). Pengertian Konsumsi dan
Tujuannya Dalam Ekonomi. Retrieved from http://www.pengertianku.net/2016/01/pengertian-konsumsi-dan-tujuannya.html

Tausikal,
Muhammad Abduh. (2011 June 22). Hidup
Boros Temannya Setan.
Retrieved from : https://rumaysho.com/1813-hidup-boros-temannya-setan.html

x

Hi!
I'm Neil!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out