BAB yang dapat membantunya dalam meraih kesuksesan. Diantaranya adalah

BABIPENDAHULUANA.         LatarBelakang Masalah            Pada negara berkembang, sebagianbesar permasalahan utama yang perlu dihadapi adalah permasalahan yang sudahmengakar dan belum dapat diselesaikan dengan baik. Permasalahan internal yangdialami bangsa Indonesia  salah satunyaadalah masalah perekonomian. Seperti halnya di negara-negara berkembanglainnya, menurut Tambunan (dalam Malini, 2013) perkembangan wirausaha wanita diIndonesia sangat berpotensi sebagai pendorong proses pemberdayaan wanita dantransformasi sosial, yang pada akhirnya bisa sangat berdampak positif terhadappenurunan tingkat kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk itu,peran dari wirausaha wanita tidak dapat diabaikan terutama dalam melaksanakanpembangunan ekonomi di Indonesia.

Perkembanganwirausaha yang dikelola oleh perempuan di Indonesia saat ini mengalamipeningkatan dari tahun ke tahun. Data kepemilikan UMKM dari BPS  tahun 2005 (dalam Jati, 2009) menunjukkansecara rinci bahwa sebanyak 44,29% usaha mikro dikelola oleh perempuan, dandemikian pula di sektor usaha kecil sebanyak 10,28%. Laporan Menteri NegaraPemberdayaan Perempuan tahun 2007  (dalamJati, 2009) menyatakan bahwa 60% dari 41 juta pengusaha mikro dan kecil diIndonesia adalah perempuan. Angka ini terus bertambah sejalan dengan trenwanita pengusaha meningkat sebesar 2,05% dari 5,86% pada tahun 2009 menjadi7,91% pada tahun 2012. Trend wanitapengusaha 7,91% pada tahun 2012 berhasil melebihi tren pria pengusaha 7,80%sebesar 0,11% (Safitri& Himam, 2015).

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Padadasarnya di dalam diri seorang wanita sudah terdapat sifat yang dapatmembantunya dalam meraih kesuksesan. Diantaranya adalah seorang wanita dinilaisebagai individu multi-task oriented,natural marketers, mudah untuk berinteraksi dengan orang lain, sabar dapatmenciptakan dan menggunakan network yang ada, serta konsisten dalam menjalankantugas keseharian. Dalam hal ini semakin membuka peluang wanita untuk dapatmenjadi seorang wirausaha yang berhasil (Riyanti, 2007). Usaha yang dijalankanoleh wirausaha wanita cukup banyak bervariasi. Dua sektor utama yang menarikminat para wirausaha wanita ini adalah usaha di bidang fashion dankuliner. Baik itu secara langsung ataupun secara online. Kebanyakan alasan wanita berwirausaha ialah untuk membantuperekonomian rumah tangga, frustasi terhadap pekerjaan sebelumnya, sulitmendapat pekerjaan formal, ingin menunjukkan prestasinya, mengisi waktu luangserta meneruskan usaha keluarga (Suryanti, 2016).Dalamberwirausaha seorang wanita akan melakukan apa saja agar dapat mencapaikesuksesan dalam usahanya.

Berdasarkan fenomena yang ada di Indonesia, terdapatbeberapa tokoh wirausaha wanita yang sudah dikenal sukses oleh masyarakat,salah satu diantaranya adalah Nurhayati Subakat yang merupakan owner dari wardah cosmetics. NurhayatiSubakat memulai usahanya dengan menawarkan sampo “Puteri” dari pintu ke pintu.Menurut beliau kunci dalam mengembangkan bisnis diperlukan lima sikap, yaitudisiplin, jujur, tekun, ulet, berikhtiar, dan tawakal. Namun, didalamperjalanan menuju kesuksesannya beliau dihadapkan dengan berbagai macamrintangan dan masalah. Masalah terberat yang pernah dihadapinya yaitu saatpabriknya kebakaran lima tahun setelah usahanya berkembang pesat. Selain itu,untuk mendapatkan modal beliau masih berhutang pada bank.

Namun di masaketerpurukannya itu beliau menolak untuk menyerah dengan keadaannya. Beliauakhirnya memutuskan untuk mencoba memulai usahanya dari nol lagi. Modal usahaia peroleh dari tabungan suaminya, modal tersebut ia pergunakan untuk membayarkaryawannya dan mencoba membangun bisnisnya dari awal lagi. Pabriknya yang baruakhirnya bisa beroperasi kembali, selain itu beliau juga melakukan inovasi barudengan membidik konsumen muslimah yang pada akhirnya meluncurkan produk wardah.(Sutriyanto, 2014)Contohwirausaha wanita sukses lainnya adalah pasangan kakak beradik Intan KusumaFauzia dan adiknya, Atina Maulia.

Mereka merupakan pemilik dari online shop yang menjual jilbab, yaituVanilla Hijab.  Mereka memulai usahanyahanya dari sekadar “iseng” untuk mengisi waktu luangnya. Awalnya bisnis jilbabini hanya memanfaatkan sarana BBM (BlackberryMessenger) dan SMS untuk memasarkan barang dagangannya.

Atina mengambilbarang ke pusat grosir terlebih dahulu, hanya jika ada peminat yang tertarik.Setelah barang dibayarkan oleh pembeli, baru ia menyetorkannya kepada pemasok.Jadi bisa dikatakan usaha yang dirintisnya ini dimulai tanpa mengeluarkan uangsepeserpun, kecuali pada biaya internet dan komunikasi. Bisnisnya berjalanlancar hingga di tahun pertama, saat itu mereka memutuskan untuk memproduksisendiri jilbabnya dalam jumlah yang besar. Namun pada saat itu merekadihadapkan oleh suatu masalah, yaitu jilbab produksinya dinyatakan gagalproduksi karena tidak sesuai dengan harapan mereka dan produk tersebut tidaklayak untuk dijual kembali. Saat itu mereka merugi hingga Rp 70 juta rupiah dansempat tidak mau berjualan lagi karena shock dan tidak semangat. Namun dorongandari orang tua membuat mereka bangkit dan dan menghadapi suka duka danpersaingan di dunia bisnis. Berkat itu kini nama Vanilla hijab terkenal dimedia sosial khususnya instagram dengan jumlah pengikut lebih dari 500 ribu followers  dan berhasil memiliki dua konveksi sendiri.

(Sari, 2016)Berdasarkankedua fenomena tersebut dapat kita liat bahwa sebelum meraih kesuksesannya,kedua wirausaha tersebut sempat mengalami permasalahan dalam mengembangkanbisnisnya. Namun, mereka dapat bertahan dan menghadapi permasalahan tersebutdengan tidak menyerah dan memiliki keyakinan bahwa mereka dapat meraih kesuksesandengan tidak menyerah dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalahnyatersebut. Perilaku tersebut termasuk ke dalam kondisi positif psikologis yangdinamakan psychological capital. Psychological capital yang dikenal dariliteratur positive psychology lebihmenekankan pada peningkatan kekuatan psikologis individu dibandingkan denganmemperbaiki  kelemahan individu(Gretchen, Rachel, &Joyce, 2014). Menurut Luthan, Youssef, & Avolio(2007) psychological capitaldidefinisikan sebagai suatu pendekatan untuk mengoptimalkan potensi yangdimiliki individu yang dicirikan oleh: (1) adanya kepercayaan diri (self confidence) melakukan tindakan yangperlu untuk mencapai kesuksesan dalam tugas-tugas yang menantang; (2) atribusi yangpositif (optimism); resistensi dalammencapai tujuan, dengan kemampuan mendefinisikan kembali jalur untuk mencapaitujuan (hope); dan (4) ketikamengahadapi masalah dan kesulitan, mampu untuk bertahan dan terus maju (resiliency) untuk mencapai kesuksesan.Menurut Luthans dan Youssef (dalam Monico dan Mellao, 2016) hope, optimism, dan resiliency dikaitkandengan perilaku individu dan performancedalam bekerja.

Haltersebut sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Nurhayati Subakat dan pasangankakak beradik Intan Kusuma Fauzia dan adiknya, Atina Maulia yang dapat meraihkesuksesan setelah dihadapkan oleh berbagai masalah. Pada karakteristikpertama, self efficacy,  yaitu merupakan keyakinan atau rasa percayadiri seseorang tentang kemampuannya untuk mengarahkan motivasinya, kemampuankognitifnya, serta tindakan yang diperlukan untuk melakukan dengan sukses akansuatu tugas (Bandura, 1997). Pada kasus Nurhayati Subakat, setelah pabriknya terbakar,beliau tetap memiliki keyakinan untuk mencoba membangun kembali pabriknyakarena beliau merasa masih memiliki tanggung jawab untuk membayarkan gaji parakaryawannya dan beliau optimis bahwa usahanya akan dapat berhasil denganbersandar pada nilai yang dimilikinya, yaitu disiplin, jujur, tekun, ulet,berikhtiar, dan tawakal. Karakteristik selanjutnya adalah hope, yaitu  keadaan positif psikologis yang didasarkanpada kesadaran yang saling mempengaruhi antara energi untuk mencapai tujuan danperencanaan untuk mencapai tujuan (Snyder, 1991). Dan karakteristik yangterakhir adalah resiliency yaitu, kemampuan individu dalam mengatasi tantanganhidup serta mempertahankan energi yang baik sehingga dapat melanjutkan hidupsecara sehat. Pada kasus Nurhayati Subakat, beliau menolak untuk menyerahdengan keadaan dan tetap akan melanjutkan usahanya dengan membangun pabriknyadari nol.

Karakteristikdari psychological capital ini dapat berkembang apabila individu memiliki selfawareness dan self management yang baik.