BAB data sehingga hanya kita dan orang yang menerima

BABIPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang            Teknologiinformasi terus berkembang dari zaman ke zaman dan setiap informasi akandirubah menjadi data. Data yang disimpan akan juga dikirimkan kepada oranglain.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan penemuan-penemuanterbaru, orang dapat mencuri data yang kita simpan maupun yang kita kirim kepadaorang lain. Agar data yang kita simpan atau kita kirim kepada orang tidak dapatdicuri, kita dapat mengamankan data kita dengan mengenskripsi data sehinggahanya kita dan orang yang menerima data yang kita kirim yang dapat membuka dataitu. Seiring dengan perkembangan zaman, digunakan kriptografi untuk menyandikandata. Dalam kriptografi, untuk mentransformasikan data disebut dengan plaintext dan untuk merubah data menjadibentuk sandi disebut chipertext.Dalam menyandikan data, digunakan alogaritma DES dan AES. DES atau DataEncryption Standard merupakan alogaritma yang digunakan Amerika sejak 1997,  tapi karena kekurangan kunci maka DES digantidengan AES.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

AES atau Advanced Encryption Standard merupakan  alogaritma yang simetris atau alogaritma inimenggunakan kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi. Dalam makalah ini,membahas tentang DES dan AES yang digunakan, perbandingan antara DES dan AESdan juga diantara kedua alogaritma ini, mana yang lebih baik digunakan untukmengamankan data. 1.2. RumusanMasalah            Berdasarkanlatar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :            1.Bagaimana hasil perbandingan antara alogaritma DES dan alogaritma AES ?1.3 Tujuan            Darirumusan masalah diatas, kita dapat mengetahui mana yang lebih baik digunakandalam enskripsi dan deskripsi diantara DES dan AES.

       BABIILANDASANTEORI2.1 PenelitianTerdahulu·       Penelitian oleh AjiDamura Depayusa, Diana, RM Nasrul Halim, 2009 mengenai “Perbandingan AlogaritmaDES dan Alogaritma AES pada Teknologi QR-CODE”. Pada penelitian ini, digunakanpendekatan dari metode analisis komparatif. Adapun hasil dari penelitian ini didapat setelah dilakukan perbandingan ukuran file, waktu encode dan keakuratanencode. Perbandingan melalui ukuran file jika menggunakan alogaritma DES danAES sebesar 59,6 byte.

Perbandingan waktu encode menggunakan alogaritma DES danAES sebesar 0,0000303s. Dan perbandingan keakuratan encode menggunakanalogaritma DES dan AES, yaitu pada saat pembacaan QR-Code hasilnya sama denganplainteks.·       Penelitian oleh I PutuAgus Eka Darma Udayana dan Nyoman Putra Sastra, 2016 mengenai “PerbandinganPerformansi Pengamanan File Backup LPSE Menggunakan Algoritma DES dan AES”.Pada penelitian ini, pertama-tama dilakukan analisis kebutuhan, kemudiandilakukan pengamanan backup file dari LPSE, setelah itu, implementasi sistempengamanan dan pengujian sistem. Dalam pengujian sistem terdapat empat jenispengujian, yaitu pengujian black box, pengujian waktu enkripsi dan deskripsi,dan pengujian waktu pengiriman file. Hasil dalam penelitian ini,performansi  penerapan  kedua metode  tersebut,  metode AES lebih  tepat diterapkan  karena  membutuhkan waktu  enkripsi dan deskripsi fileyang lebih rendah dari  motode DES denganselisih  rata-rara waktu enkripsi  sebesar  189,1 detik  dan 217,7 detik   untuk  proses   deskripsi.

   Hal  lain   yang   mendukung penerapan algoritma AES dalamkasus ini adalah file enkripsi yang dihasilkan  tidak  jauh berbeda  dengan  algoritma DES, sehingga secara tidak langsungwaktu yang dibutuhkan dalam proses backup juga relative sama.      2.2 KajianTeori Block ChiperBlockCipher adalah algoritma enkripsi yang akan membagi – bagi plaintextyang akan dikirimkan dengan ukuran tertentu (disebut blok) dengan panjang t ,dan setiap blok di enkripsi denganmenggunakan kunci yang sama.

Pada cipher block, rangkaianbit – bit plainteks dibagi menjadi blok – blok bit denganpanjang sama, biasanya 64 bit (bisa juga lebih). Penggunaan enkripsi yang panjangini untuk mempersulit penggunaan pola – polaserangan yang ada untuk membongkar kunci. Enkripsi dilakukanterhadap blok bit plainteks menggunakan bit – bit kunci yangukurannya sama dengan ukuran blok plainteks.

Algoritma enkripsi menghasilkanblok cipherteks yang berukuran sama dengan blok plainteks.                        BAB IIIMETODE PENELITIAN Penelitian inimenggunakan pendekatan melalui metode analisis komparatif. Analisis komparatifadalah metode yang membandingkan hasil analisis terhadap dua atau lebihfenomena sehingga didapatkan hasil berupa kesamaan atau perbedaan fenomenatersebut.MenurutSugiyono (2013, dalam Ochid) penelitian komparatif merupakan sejenis penelitiandeskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat,dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatufenomena tertentu. Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuksampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda. Pada penelitian iniyang dibandingkan adalah kinerja dari algoritma DES dan algoritma AES. Padapenelitian peneliti membangun dua buah aplikasi yang masing-masing menerapkanalgoritma DES dan algoritma AES.Adapun jenispenelitian ini adalah penelitian deskriptif.

Penelitian deskriptif Adalah sebuah penelitian yang memilikitujuan menjelaskan kejadian yang ada, baik sedang terjadi ataupun yang sudahterjadi. Menurut Whitney dalam Moh. Nazir, bahwa metode deskriptifadalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.

Penelitian deskriptifmempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlakudalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentanghubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, sertaproses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatufenomena.             BABIVHASILDAN PEMBAHASAN             Padahasil dan pembahasan ini, saya   menunjukan perbandingan antara alogaritmaDES dan AES. 1.     DataEncryption Standard (DES)Menurutstandar dari USA Government, yang didukung oleh ANSI dan IETF, untuk metodesecret key, terdiri dari 40-bit, 56-bit dan 3×56-bit (Triple DES) .

DESmemiliki panjang kunci eksternal 64-bit atau 8 karakter dan yang dipakai hanya56-bit. Panjang kunci yang diusulkan IBM pada rancangan awal adalah 128-bit,namun karena permintaan NSA panjang kuncinya diperkecil menjadi 56-bit.Alasannya tidak diumumkan.DESmemiliki jumlah putaran yang kurang dari 16. Walaupun sebenarnya 8 putaransudah cukup untuk membuat chiperteks.

Namun, jika kurang dari 16 putaran makadapat di pecahkan dengan known-plaintextattack yang lebih baik dari pada forceattack. DESsudah diimplementasikan ke dalam perangkat keras, yaitu di dalam chip. Dan chip ini dapatmengenskripsikan 16,8 juta blok atau 1 gigabit per detik 2.     AdvancedEncryption Standard (AES)AESatau algoritma Rijndael menggunakan variabel block chiper, memilikiukuran blok sepanjang 128bit dan juga memiliki ukuran kunci sepanjang 128-bit, 192-bit, atau 256-bit.      AES dapat bekerja pada matriks yang berukuran 4×4, yang manatiap-tiap selnya terdiri atas 1 byte (8-bit) berdasarkan ukuran block yangtetap.

     Untuk menjadi chiperteks dari AES, dilakukan proses seperti SubBytes, Shift Rows, Mix Columns, dan Add Round Key. Dan itu akan dilakukansecara berulang-ulang dari ronde kedua hingga ronde kesembilan. Pada rondekesepuluh, hanya menggunakan proses Sub bytes, Shift Rows dan Add Round Key,dalam hal ini Mix Columns tidak digunakan.

Hasil yang akan diambil adalah hasilterakhir dari Add Round Key dan itu yang akan menjadi chiperteks dari AES.     Berikut adalah gambardari Shift Rows :     Berikut adalah gambardari Mix Columns :    BABVSIMPULAN             Dariperbandingan diatas, maka dapat saya simpulkan bahwa AES merupakan algoritmayang lebih baik digunakan dibandingkan DES, karena DES memiliki tingkatkeamanan yang belum cukup. Untuk mengubah tingkat keamanan dari DES menggunakanteknik DES seperti Double DES dan Triple DES yang diulang dan untuk memecahkanberbagai alogaritma enskripsi blok berbasiskan permutasi dan subtitusimenggunakan teknik Differential Cryptanalysis.

            SedangkanAES, dapat diterapkan untuk smart card . AES juga melakukan tahap atau rondeyang dilakukan menggunakan kunci simetris. Penggunaan AES pun bukan hanyadigunakan dalam hal yang sederhana melainkan perannya sangatlah krusial dalamsebuah perangkat lunak ataupun dalam hal lain dimana AES tersebut digunakan.                      DAFTARPUSTAKA http://eprints.binadarma.ac.id/3280/1/Jurnal%20Aji%2CDiana%2CNasrul.pdf.

Diakses pada 9 Desember 2017.https://ojs.unud.

ac.id/index.php/JTE/article/view/20966/14139. Diakses pada 9 Desember 2017https://id.scribd.com/doc/97613764/Ringkasan-Materi-Block-Cipher.

Diakses pada 10 Desember 2017Moh. Nazir. Ph. D, Metode Penelitian (Jakarta: PT. GhaliaIndonesia, 2003), Hlm: 16 https://s3.amazonaws.

com/academia.edu.documents/31056882/07130097-hendra-kurniawan.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A&Expires=1513014300&Signature=STEqYDmNl5d7xE%2F1m5levqCI7PU%3D&response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DMetodologi_penelitian.pdf.

Diakses pada 11 Desember 2017.http://www.daftar.

co/macam-macam-metode-penelitian/. Diakses pada 11 Desember 2017.Ochid. Penelitian Komparatif .

20 agustus 2016. http://pgsdberbagi.blogspot.co.id/2014/01/penelitian-komparatif.

html.Diakses pada 11 Desember 2017.https://saadus.files.wordpress.com/2011/11/des-dan-aes.

pdf. Diakses pada 11 Desember 2017.