2.1 sebuah kunci untuk meraih tujuan organisasi dan menjadi

2.1 Landasan Teori2.1.1 DefinisiPemasaranMenurut Boyd, dkk (2000:4), “Pemasaran merupakan suatu proses yang melibatkankegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu atau perusahaanmendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran denganpihak lain.

“Menurut Swastha dan Irawan(2008:5), “Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yangdilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsunganhidupnya, untuk berkembang, danmendapatkan laba.”Menurut Kotler danAmstrong (2008:6), pemasaran merupakansuatu proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagipelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuanuntuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.Kemudian menurut AMA (American Marketing Association), yangdikutip dari Kotler dan Keller (2009:5): “Pemasaranmerupakan suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan,mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan serta untuk mengelolahubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemangkukepentingan.”Menurut penjelasan para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu proses dimanaperusahaan maupun organisasi agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupusahanya tersebut yaitu dengan cara menciptakan sesuatu yang bernilai kemudianmelakukan pertukaran dengan pihak lain atau konsumen sehingga nanti dapatmemberikan keuntungan bagi perusahaan dan memperoleh laba yangsebesar-besarnya.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

2.1.2Konsep PemasaranMenurut Basu Swastha dan Hani Handoko (2000:6)konsep pemasaran merupakan sebuah falsafah bisnis yang menyatakan kalaupemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagikelangsungan hidup suatu perusahaan.Menurut Kotler (2005:11) konsep pemasaranmerupakan sebuah kunci untuk meraih tujuan organisasi dan menjadi lebih efektifdaripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan sertamemuaskan kebutuhan pasar sasaran. Menurut (Kotler, 2005:15) Ada beberapakonsep pemasaran yang mendasari kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu:a.      Konsep ProduksiKonsepproduksi menyatakan bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat danharga yang murah.

Dalam konsep ini juga berorientasi pada produksi denganmengerahkan segenap upaya untuk mencapai efisiensi produk tinggi yangdidistribusi dengan luas. Tugas manajemen disini yaitu memproduksi barangsebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersediasecara luas dengan kemampuan daya beli mereka.b.      Konsep ProdukKonsepproduk menyatakan bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu dankinerja yang baik maupun hal-hal inovatif lainnya.Tugas manajeman disini adalahmembuat produk berkualitas karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitastinggi serta penampilan produk dengan ciri-ciri yang terbaik.c.

       Konsep PenjualanKonseppenjualan menyatakan bahwa konsumen enggan membeli dan harus didorong agar maumembeli. Sehingga organisasi harus menjalankan usaha penjualan dan promosi yangagresif.d.      Konsep PemasaranKonseppemasaran menyatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri daripenentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yangdiharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.e.

       Konsep Pemasaran SosialKonsep pemasaran sosial menyatakan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran serta memberikankepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien dari padapara pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumendan masyarakat. f.       Konsep Pemasaran GlobalDalam konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semuafaktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemenstrategis yang mantap. Tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginansemua pihak yang terlibat dalam perusahaan.2.

1.3KeputusanMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002, h.914) keputusan merupakan sesuatu yangberkaitan denganputusan dari segala sesuatu yang telah ditetapkan.Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirjo, SH, keputusanmerupakan suatu pengakhiran dari proses pemikiran tentang suatu masalah untukmenjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi masalah tersebutdengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.Menurut Ralp C.

Davis menyatakan bahwa keputusan merupakan suatu hasil pemecahan masalah yangdihadapi dengan tegas.Suatu keputusan adalah suatu jawaban yang pastiterhadap suatu pertanyaan. Keputusan harus menjawab sebuah pertanyaan tentangapa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan suatu perencanaan. Keputusanbisa pula berupa suatu tindakan terhadap pelaksanaan yang sangatmenyimpang dari rencana semula.

Menurut James A.F. Stoner, keputusan itu sendiri ialah sebagai pemilihan diantara alternatif-alternatif. Definisi ini mencakup tiga pengertian, yaitu:a.   Ada pilihan atas dasar logika ataupertimbangan.b.   Ada beberapa alternatif yang tersediadan dipilih salah satu yang terbaik.

c.   Ada tujuan yang ingin dicapai, dankeputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tertentu.Menurut penjelasan para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa keputusan merupakan suatu tindakan yang diambil oleh seseorang untukmemecahkan suatu masalah.

Dimanaseseorang sedang dihadapkan pada suatu masalah. Kemudian ada beberapa pilihan alternatif untuk memecahkanmasalah tersebut. Selanjutnya,memilih satu diantara pilihan-pilihan alternatif yangsudah ada.2.1.

4 Tahap-tahap dalam Proses Keputusan Pembelian Perilaku Pasca Pembelian   Keputusan Pembelian   Evaluasi Alternatif   Pencarian Informasi   Pengenalan Masalah   Kotler dan Keller (2009:184) telah merumuskan proses keputusan pembelian model limatahap yangmeliputi:   Kelima tahap diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: 2.1.4.1 Pengenalan Masalah atau Kebutuhan Pengenalan masalah merupakan proses pembeliandimulai ketika pembeli menyadari adanya masalah atau kebutuhan. Pembelimerasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dengan keadaan yangdiinginkannya.2.1.4.

2 Pencarian Informasi Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwakebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli suatu produk. Konsumen akanmencari informasi yang lebih banyak. Sumber informasi konsumen yaitu:  a.   Sumber pribadi                        :keluarga, teman, tetangga, dan kenalan.b.   Sumber komersial        : iklan, wiraniaga, agen, kemasan, dan penjualan.c.   Sumber publik             : media massa dan organisasi penilai konsumen.

d.  Sumber pengalaman    : penanganan, pemeriksaan, dan menggunakan produk.2.

1.4.3 Evaluasi Alternatif Dalam tahap ini konsumenmengevaluasi pilihan harga dan merek berkenaan dengan manfaat yang diharapkandan menyempitkan pilihan hingga alternatif yang dipilih. Konsumenmemandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yangberbeda-bedadalam memberikan manfaat yang dicari dan memuaskan kebutuhan.2.1.

4.4 Keputusan Pembelian Dalam tahapan sebelumnyayaitu evaluasi, konsumen membentuk preferensi di antara merek-merekdalam kelompok pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk minat pembelian untuk membeli merekyang paling disukai.2.1.4.5 Perilaku Pasca Pembelian Setelah membeli produk, konsumen akan merasakan tingkat kepuasan atauketidakpuasan tertentu. Konsumen juga akan melakukan tindakan purna beli danmenggunakan produk tersebut.

2.1.5 Komponen Keputusan Pembelian Menurut Swastha (2011:102) dalam Permatasari (2013:32) setiapkeputusan pembelian mempunyai struktur sebanyak tujuh komponen.

Komponen-komponentersebut diantaranya: 2.1.5.1  Keputusan tentang jenis produk Konsumen dapat mengambil keputusan pembelian suatu produk ataumenggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini, perusahaan harusmemusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli suatu produkserta alternatif lain yang mereka pertimbangkan. 2.

1.5.2  Keputusan tentang bentuk produk Konsumen dapat mengambil keputusanpembelian dalam suatu bentuk produk.

Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran,mutu, corak, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, perusahaan harus melakukanriset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk yangbersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik mereknya. 2.1.5.3Keputusan tentang merek Konsumen harus mengambil keputusantentang merek mana yang akan dibeli.

Setiap merek memiliki perbedaan-perbedaantersendiri. Dalam hal ini, perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen harusmemilih sebuah merek dalam melakukan pembeliannya, merek yang sudah dikenalmemiliki nama akan memudahkan konsumen dalam mengambil keputusannya.2.1.

5.4  Keputusan tentang penjualnya Konsumen harus mengambil keputusandimana produk tersebut akan dibeli. Dalam hal ini produsen, pedagang besar, danpengecer harus mengetahui bagaimana konsumen menyukai barang tersebut. 2.1.5.

5  Keputusan tentang jumlah produk Konsumen dapat mengambil keputusantentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Dalam halini, perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginanyang berbeda-beda dari para pembeli.  2.1.5.

6Keputusan tentang waktu pembelian Konsumen dapat mengambil keputusantentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini menyangkut tersedianyauang untuk membeli produk. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mengukurwaktu produksi dan kegiatan pemasaran. 2.1.5.7  Keputusan tentang carapembayarannya Konsumen harus mengambil keputusantentang cara pembayaran produk yang akan dibeli, secara tunai atau kredit.

Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlahpembelinya. Dalam hal ini, perusahaan harus mengetahui keinginan pembeliterhadap cara pembayarannya.2.1.

6PersepsiMenurut Kotler danAmstrong (1996:156) bahwa dalam keadaan yang sama, persepsi seseorang terhadapsuatu produk dapat berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh adanya proses seleksiterhadap berbagai stimulus yang ada. Menurut Schiffman dan Kanuk (2000:146) persepsi merupakan suatuproses yang membuat seseorang untuk memilih, mengorganisasikan, dan menginterprestasikandari rangsanganyang diterima menjadi suatugambaran yang berarti dan lengkap tentang dunianya. Menurut Pareek, 1983; Milton, 1981 dalam DesyArisandy (2004:4) bahwa persepsisebagai suatu proses penerimaan, pemilihan, pengorganisasian, serta pemberianarti terhadap rangsangan yang diterima.Kemudian menurut Kotler dan Keller dalam Fadila(2013:45) persepsi tidak hanya tergantung pada sebuah rangsangan dalam bentuk fisik namun juga tergantungpada rangsangan yang ada disekitarnya. Persepsi dianggap lebih penting dibandingkan realitas dalampemasaran, dikarenakan persepsi dapatmempengaruhi konsumen dalam berperilaku, dimana orang bisa mempunyai persepsi yang berbedaatas suatu objekyang sama.

Menurut penjelasan para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan tanggapan langsung seseorangtentang suatu objek. Dimana persepsi diawali dari proses seseorang menerima,memilih, mengorganisasikan, dan memberikan arti atau makna terhadap rangsangan yang diterimanya. Sehingga, bisa saja orang memiliki persepsi yangberbeda-beda meskipun pada suatu objek yang sama. 2.

1.7 Proses Persepsi Menurut Philip Kotler dalam Ramadhan (2013:13), orang dapat memilikipersepsi berbeda atas objek yang sama karena ada tiga proses persepsi yaitu :1.      Perhatian selektif Pada dasarnya orang akan terlibat banyakrangsangan harian. Sebagian besar rangsangan akan disaring, karena seseorangtidak mungkin dapat menanggapi rangsangan-rangsangan ini. Proses ini disebutperhatian selektif. Perhatian selektif membuat pemasar harus bekerja kerasuntuk menarik perhatian konsumen. Pesan-pesan mereka akan terbuang padaorang-orang yang berada dalam pasar produk tertentu.

Bahkan orang-orang yangberada dalam pasar mungkin tidak memperhatikan suatu pesan kecuali jika pesanitu menonjol dibandingkan rangsangan-rangsangan lain di sekitarnya.2.      Distorsi Selektif Pada proses distorsi selektif inikecenderungan orang untuk mengubah informasi ke dalam pengertian pribadi danmenginterprestasikan informasi dengan cara yang akan mendukung pra-konsepsimereka, bukannya yang menentang pra-konsepsi tersebut. Bahkan rangsangan yangtelah mendapatkan perhatian konsumen, belum tentu berada di jalur yangdiinginkan.

3.      Ingatan Selektif Orang akan melupakan banyak hal yang telahia pelajari, tapi karena adanya ingatan selektif, orang akan cenderungmengingat hal-hal baik yang disebutkan tentang produk pesaing.2.1.8 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Menurut Simamora dalam Ramadhan (2013:12) ada beberapa faktor yangmempengaruhi persepsi yaitu: 1.     Kinerja, dapat dibedakan sebagaiberikut:  a.                Kemampuan produk untuk melaksanakanfungsi utama.

b.               Karakteristik produk.c.                Kesesuaian dengan spesifikasi, mengenaiseberapa dekat produk dengan spesifikasi yang dijanjikan. 2.     Keandalan Merupakan konsistensi kinerja dari satupembelian hingga ke pembelian berikutnya, dan persen waktu yang dimiliki untukberfungsi dengan baik. 3.     Ketahanan Kehidupan ekonomis akan suatu produkyang digunakan konsumen.

4.     Pelayanan Suatu hal yang berhubungan dengankemampuan memberikan layanan kepada pelanggan. 5.

     Hasil Akhir Hasil yang menunjukkan pada munculnyaatau dirasakannya suatu kualitas.2.1.9 Kepercayaan NasabahMenurut Moorman Et Al,1999 dalam Rusdin (2007) menjelaskan adanya pernyataan antarakedua belah pihak yang terlibat dalam suatu hubungan.

Salah satu pihak dianggapberperan sebagai controlling assets (memiliki sumber-sumber atau pengetahuan) sementara pihak lainnya menilai bahwaberbagi penggunaan sumber-sumber tersebut dalam suatu ikatan akan memberikanmanfaat. Keyakinan pihak yang satu terhadap pihak yang lain akan menimbulkanperilaku interaktif yang akan memperkuat hubungan dan membantu mempertahankanhubungan tersebut. Pada akhirnya, kepercayaan akan menjadi komponen yangbernilai untuk menciptakan hubungan yang sukses. Kepercayaan tersebut jugamengurangi risiko dalam bermitra dan membangun hubungan jangka panjang sertameningkatkan komitmen dalam berhubungan.Menurut Rusdin (2004) menyatakankepercayaan dapat ditinjau sebagai komponen yang berharga dalam setiapkeberhasilan menjalin hubungan dan lebih jauh berfungsi sebagai upaya untukmengurangi risiko serta membangun hubungan jangka panjang dan meningkatkankomitmen. Dalam penelitian Gounaris dan Venetis (2002)dikemukakan bahwa kepercayaan merupakan faktor penting dalam menjalin hubungansecara timbal balik. Di samping itu, secara empiris dapat diteliti peranankualitas pelayanan dan keterikatan pelanggan sebagai penyebab adanyakepercayaan.

Menurut penjelasan para ahli diatas,dapat disimpulkan bahwa kepercayaan merupakan suatu hal yang sangat pentingketika ingin mulai menjalin suatu hubungan mitra kerja dengan orang lain.Dengan adanya kepercayaan antara pihak satu dengan pihak yang lainnya, makaakan meningkatkan maupun memperkuat suatu komitmen yang sudah ada diantarapihak tersebut. sehingga dapat meminimalisir risiko yang tidak diinginkannantinya. 2.1.10 Jenis-jenis KepercayaanMenurut Mowen (2002: 312- 313) terdapat tiga jenis kepercayaan yaitu: 2.

1.10.1 KepercayaanAtribut Objek Kepercayaanatribut objekmenghubungkan sebuah atribut dengan objek, seperti seseorang, barang atau jasa,melalui kepercayaan atribut objek, konsumen menyatakan apa yang diketahuitentang suatu hal variasi atributnya. 2.1.

10.2 KepercayaanManfaat Atribut Seseorang mencari produk dan jasayang akan menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhannya dengan kata lainmemiliki atribut yang dapat memberikan manfaat. Artidari kepercayaan atribut manfaat itu sendiriyaitupersepsikonsumen tentang seberapa jauh atribut tertentu menghasilkanatau memberikanmanfaat tertentu. 2.1.

10.3 KepercayaanManfaat Objek Kepercayaan manfaat objek merupakanpersepsi konsumen tentang seberapa jauh produk, orang, atau jasa tertentu yangakan memberikan manfaat tertentu. Kepercayaan digambarkan sebagai suatutindakan kognitif (misalnya, bentuk pendapat atau prediksi bahwa sesuatu akanterjadi atau orang akan berperilaku dalam caratertentu), afektif (misalnyamasalah perasaan) atau konatif (misalnya masalah pilihan atau keinginan).