1.1 mmHg (Jones dan Rhee, 2006). Lensa mata adalah

1.1      Latar BelakangPenglihatanadalah sistem indra yang paling kita butuhkan untuk mendapatkan informasi darilingkungan sekitar kita. Karena itu, banyak penjelasan ilmiah yang sudah kitaketahui tentang penglihatan daripada sistem indra yang lain (Smith, 2000).Organ utama penglihatan kita, mata, adalah organ yang sangat terspesialisasiuntuk fotoreseptor. Mata memfokuskan cahaya yang selanjutnya diterima olehretina dan melalui neuron khusus di retina, sinyal cahaya diubah menjadipotensial aksi neuron yang dikirimkan ke otak, yang selanjutnya akan diproses dandiproyeksikan sebagai suatu objek (Armstrong dan PreedyVictor, 2014).

Perubahanpada saraf mata atau komponen optik mata dapat menyebabkan gangguanpenglihatan. Salah satu penyebab perubahan komponen tersebut adalah penyakitglaukoma. Glaukoma adalah suatu keadaan klinis dimana pengeluaran cairan aqueous humour dari bilik mata depantidak secepat pembentukannya, menyebabkan tekanan intra okuli yang tinggi danneuropati sel saraf mata yang dibuktikan dengan adanya penyempitan lapangpandang (Sherwood, 2011). Jumlah penyakit glaukoma didunia oleh World Health Organization (WHO) diperkirakan ± 60,7 juta orang ditahun 2010 dan akan menjadi79,4 juta di tahun 2020 (Quigley dan Broman, 2006). DiIndonesia, menurut Infodatin Glaukoma (Kemenkes RI, 2015) 3 besarwilayah prevalensi glaukoma terbesar yaitu Jogja sebanyak 16.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

897, Jakarta sebanyak 12.801, dan Bandung sebanyak9.069. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007,responden yang pernah didiagnosis Glaukoma di Indonesia sebanyak 0,46% jumlahpenduduk dengan penderita tertinggi di provinsi DKI Jakarta sebanyak 1,85% (Kemenkes RI, 2015). Diperkirakan penderita glaukoma masih banyak yang belum terdeteksidan terdiagnosis (Kemenkes RI, 2015).

Glaukoma sendiri memiliki berbagai faktorresiko, salah satunya adalah Tekanan Intra Okuli tinggi atau Hipertensi Okuli (Gordon et al.,2002).Hipertensi okuli adalah kondisi dimana Tekanan Intra Okuli (TIO) pada bola matalebih besar daripada 21 mmHg tanpa dijumpai adanya kelainan pada lapang pandangdan Diskus Optikus (Babizhayev, 2011).Salah satu penyebab darihipertensi okuli adalah penggunaan kortikosteroid (Jones dan Rhee, 2006). Kortikosteroid menyebabkanhipertensi okuli dengan cara menaikkan resistensi aliran keluar aqueous humour dari bilik mata depan.Ada tiga kategori yang dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena tersebut,yaitu: Kortikosteroid dapat mengubah mikrostruktur dari trabecular meshwork; menyebabkan meningkatnya deposisi substansi ditrabecular meshwork, yang menyebabkanpengurangan aliran keluar aqueous humour;dan menghambat enzim protease dan fagositosis sel endotel trabecular meshwork, yang menyebabkan pengurangan dalampenghancuran substansi di trabecularmeshwork (Jones dan Rhee, 2006).

Secara statistik, padapenderita yang mendapat terapi steroid secara topikal pada mata, sebanyak 5%menunjukkan kenaikan TIO >15 mmHg, sebanyak 30% menunjukkan kenaikan antara6-15 mmHg (Jones dan Rhee, 2006).Lensa mata adalah suatubagian optik mata yang bersifat elastis, berbentuk sirkuler, bikonveks,transparan, dan terletak di belakang pupil. Pada penampakan mikroskopik lensaterlihat sel yang tersusun berlapis – lapis, seperti lapisan bawang. Sel – selini terus menerus diproduksi sepanjang hidup melalui proses mitosis sel yang beradadi lensa bagian perifer (Armstrong dan PreedyVictor, 2014).

Penderitahipertensi okuli karena penggunaan steroid dilaporkan mengalami oksidasi lipidpada lensa mata (Babizhayev dan Bunin, 1989). Hal ini dihubungkan olehkadar H2O2 di dalam Aqueoushumour. Pada Aqueous humour normaldapat ditemukan kandungan Hidrogen Peroksida (H2O2)(Goyal et al.,2014). Konsentrasi dari H2O2 pada aqueous humour dan uvea anterior pada manusia normal berada pada kisaran30 sampai 70 ?M (Njie-Mbiye et al.,2013).

Pada penderita dengan hipertensi okuli, ditemukan peningkatan aktivitaskatalase pada aqueous humour yangdikaitkan karena peningkatan kadar H2O2 (Goyal et al., 2014). Dalam kondisi tertentu, H2O2dan O2 dapat bereaksi dan menyebabkan naiknya kadar OH-melalui kompleks besi-kelat yang mengkatalis reaksi Haber-Weiss. OH- diketahuidapat menginisiasi reaksi oksidatif pada berbagai organ tubuh, dan dapatmenyebabkan kerusakan okidatif pada lensa mata (Babizhayev, 2011).Stres oksidatif adalahkeadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuhuntuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normalmenjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak.

Radikalbebas menyebabkan suatu proses peroksidasi lemak dalam suatu organisme. Salahsatu produk yang dihasilkan adalah Malondialdehyde (MDA). MDA adalah salah satuproduk akhir dari peroksidasi lemak pada asam lemak tak jenuh jamak di dalam sel tubuh.

Peningkatan radikalbebas di tubuh menyebabkan kelebihan produksi dari MDA. Oleh karena itu MDA dapatdipakai sebagai indikator dari stress oksidatif.Peningkatanindikator stress oksidatif telah banyak dilaporkan pada Hipertensi Okular, termasukoksidasi basis DNA, produk oksidasi lipid, dan marker total stress oksidatif. Penelitianmenunjukan adanya peran dari marker stress oksidatif di pasien glaukoma primersudut terbuka (Babizhayev, 2011). Pada hipertensi okuli kadarMDA dapat ditemukan meningkat pada aqueoushumour (Zanon-Moreno, 2008), trabecularmeshwork (Babizhayev, 2011), lensa mata (Babizhayev dan Bunin, 1989), dan juga pada retina (Moreno et al.,2004).

Salah satu cara untuk menetralkan radikal bebas adalah melalui ikatan denganantioksidan senyawa flavonoid.Murbei dikenalsebagai tanaman yang kaya manfaat, seperti pemanfaatan daunnya sebagai pakan ulatsutera karena kandungan proteinnya yang mencapai 21.39% (Syahrir et al., 2009) Daun murbei diketahui memilikibeberapa efek farmakologis seperti sifat diuretik, antidemam dan antihipertensi(Permadi, 2006). Manfaat lain dari daun murbei antara lain dapat digunakansebagai obat penyakit flu, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi,rematik, darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), radangmata merah, dan gangguan pada saluran pencernaan (Dalimartha, 2008). Murbeiselain itu juga terkenal akan kandungan antioksidan, terutama pada daunnya.

Saat ini telah banyak diproduksi teh gabungan antara daun murbei dengan daunteh (Camellia cinensis) sebagaiminuman kesehatan (Dainy, 2008). Kandungan senyawa aktif daunmurbei secara umum meliputi golongan fenolik, flavonoid seperti rutin, kuersetin,asam galat dan asam klorogenik (Katsube et al.,2006).Kandungan flavonoid pada ekstrak daun murbei kering diketahui sebanyak 14,8mg/g dengan kandungan paling banyak rutin dan kuersetin (Zhishen et al.

,1999).Lima ?avonol glycosides (rutin,isoquercitrin, quercetin 3-(6-acetylglucoside), astragalin and kaempferol3-(6-acetylglucoside)) telah dilaporkan terkandung pada daun murbei (Matsuoka,Kimura, dan Muraoka, 1994; Onogi et al.,1993). Flavonoid diketahui dapat berperan sebagai penetral radikal bebas,menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat, menghambat enzim hidrolitik danoksidatif, dan dapat juga berperan sebagai anti inflamasi (Frankel, 1995). Flavonoidyang paling banyak ditemukan di daun murbei adalah quercetin3-(6-malonylglucoside) (900 mg/100 g daun kering), sebagai penyumbang aktivitasantioksidan terbesar di daun murbei (Katsube et al.,2006).Flavonoid bekerja menghambat stress oksidatif dengan cara menetralkan OH- danO2- melalui mekanisme transfer single elektron sehinggakedua molekul menjadi tidak reaktif (Zhishen et al.

,1999).Karena mudah didapat dan kandungan flavonoid yang tinggi membuat daun Murbeiberpotensi untuk digunakan sebagai sumber antioksidan.Dari pembahasanhipertensi okuli dan efek antioksidan murbei tersebut peneliti ingin mengetahuiapakah pemberian ekstrak daun murbei dapat menurunkan kadar MDA lensa matatikus wistar jantan model hipertensi okuli.

1.2       Rumusan Masalah1.  Apakah ada hubungan antara pemberian ekstrak daunmurbei dengan kadar MDA lensa mata tikus wistar jantan model hipertensi okuli?1.3       Tujuan1.    Mengetahui pengaruh dari ekstrak daun murbei terhadap kadarMDA lensa mata tikus wistar jantan model hipertensi okuli.  1.4       Manfaat1.

    Mengetahui efek positif pemberian ekstrak daun murbeipada kadar MDA lensa mata tikus wistar jantan model hipertensi okuli.Mendapat hasil yang dapat menjadi rekomendasi untukpenelitian kedepannya.